Selasa, 18 November 2014

Foto bersama Keluarga Bulan Oktober 2014, kami berfoto bersama di Studio foto pertokoan Inkopal Kelapa Gading Barat Jakarta Utara. Foto bersama anak dan istri cenderung sering terjadi, tapi kalo sampe berpakaian Jas model begini, yaa, baru kali ini moment nya. Kalo menurut teori sich, Keluarga itu adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Yang lebih mantap lagi, menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan. Jadi, keluarga itu juga simbol dari tradisi kebudayaan yang musti dipertahankan. Tidak terasa anak-anak sudah menjadi besar dan kuat. . Semoga kita semua menjadi orang yang berguna bagi keluarga, agama, nusa dan bangsa. Amin.

Minggu, 07 Juli 2013

Nasi Bebek Bangkalan, Madura 2013

Makan Bebek asli Madura 2013 Mau makan bebek ko mesti ke Madura, apa gak kejauhan neh. Al kisah, kita rombongan dari Jakarta yang sudah singgah di Surabaya, ingin mencari suasana makan lain di Madura. Pastinya menu bebek yang paling oke di sana. Sambil melewati jembatan Suramadu yang kokoh, kami melintasi di suasana malam dengan lampu warna-warni yang menggantung di Jembatan. Dingin, tertiup angin kencang dan pemandangan jalan tol yang lurus namun diatas titian jembatan. Di Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan terdapat warung bebek goreng yang sangat terkenal dan paling enak seantero Madura. Jangan bayangkan warungnya dengan ukuran selayaknya warung biasa dengan ukuran yang kecil. Nah warung Bebek Ole Olang ini ukurannya ekstra besar dan ekstra luas, belakangnyapun ada halaman luas yang mirip sawah menghampar. Menu yang disediakan di Bebek Ole Olang bervariatif, saya pilih bebek goreng saja. Terkadang ada juga sih ayam goreng, tapi nggak selalu tersedia. Kadang ada, kadang juga nggak. Nasi bebek goreng disini sekilas tampak seperti nasi bebek pada umumnya. Seporsi nasi putih dengan bebek goreng yang dilengkapi dengan sambal dan lalapan berupa timun dan daun kemangi. Ukuran bebeknya sendiri tidak istimewa, malah cenderung kecil. Tapi jangan salah, rasa bebeknya yang gurih dan empuk memang benar-benar bikin nagih. Kekuatan utama Bebek Ole Olang adalah pada sambalnya. Rasa sambalnya mirip sambal korek tapi terbuat dari bahan dasar mangga. Pedasnya sambal ini lumayan nampol juga. Biasanya sih makan satu porsi bebek goreng terasa kurang, kalau dua porsi kebanyakan jadi tambah saja kalo memang kurang. Bersama dengan teman sekerja di Jakarta, kami menikmati makan malam di Madura. Selesai menyantap makanan lezat, kami berpose bersama dilatarbelakangi lukisanJembatan Suramadu dan Karapan Sapi yang keliatan separo….. Kapan ya kita bisa mengulangi makan malam yang lezat ini…

Batu Tapak Camping, Sukabumi 2013

Camping Keluarga di Batu Tapak, Sukabumi 2013. Cuti kerja di pertengahan tahun 2013, sambil menemani anak liburan sekolah, akhirnya kami pilih tempat rekreasi ke Sukabumi. Berbekal dari info sahabat dan browsing dari internet ketemulah tempat nun jauh disana, Batu Tapak Camping. Salah satu tempat yang menyediakan area untuk kemping keluarga adalah Batu Tapak Camping Ground. Terletak di Gunung Salak, tepatnya di Desa Cidahu, Sukabumi. Perjalanan dari Jakarta memakan waktu normal kurang lebih 2-3 jam. Namun kemarin saya sekeluarga menempuhnya dengan waktu hanya 7 jam alias macet. Tapi kalo sudah niat, semua akan terasa nikmat. Setelah keluar dari Tol Jagorawi, terus ke arah Sukabumi. Sekitar 17 km dari Ciawi akan ketemu Pasar Cicurug yang sedikit macet, setelah itu belok kanan ke arah Javana Spa. Ikuti saja jalan tersebut sampai bertemu Batu Tapak Camping Ground. Jalan 500 meter sebelum masuk Batu Tapak, memang relatif sempit untuk 2 mobil berpas-pasan sehingga mesti hati-hati. Merasakan sejuk dan segarnya udara pegunungan dengan pemandangan alamnya yang asri sungguh liburan yang menyejukkan. Tak lupa, menikmati kerlap-kerlip bintang di langit pada malam hari serta indahnya matahari terbit dari balik puncak gunung pun menyempurnakan segalanya. Ingin agar anak Anda mengenal alam dan merasakan petualangan di alam bebas, lengkap dengan pengalaman di dalamnya? Tak ada salahnya sekali-kali mengajak anak berjalan menyusuri jalan setapak di hutan, atau merasakan sejuk dan segarnya udara pegunungan dengan pemandangan alamnya yang asri. Itupun belum cukup, anak-anak masih bisa menikmati kerlap-kerlip bintang di langit pada malam hari serta indahnya matahari terbit dari balik puncak gunung. Perkemahan ini menyediakan beberapa spot lokasi kemping, dari yang dekat parkiran mobil, sampai ada juga yang agak jauh dari parkiran tetapi dekat dengan sungai dan air terjun. Mantapnya lagi, semua tertata dengan rapi dan nyaman. Untuk kemping juga terdiri dari beberapa paket. Ada yang VIP dengan fasilitas sangat nyaman, tenda dilengkapi dengan kasur, selimut, meja dan kursi serta sarapan pada pagi harinya. Ada juga yang hanya menggunakan sleeping bag. Untuk MCK, kondisi kamar mandi baik dan bersih, lokasinya dekat dengan perkemahan dan untuk yang tidak tahan dengan sejuk dan dinginnya air pegunungan dilengkapi pula dengan air panas. Saya pesen dua tenda, dengan empat tempat tidur plus bantal. Sungguh menggugah untuk mengulanginya lagi di lain kesempatan. Disana juga terdapat restoran untuk melayani orang orang yang sedang camping dan berwisata di sana. Buka nonstop 24 jam, termasuk di depan gerbang juga ada warung yang siap melayani pengunjung. Jadi tidak usah kwatir tentang makanan yang tidak memadai. Untuk yang butuh dengan perapian, Pengelola lokasi juga bisa menyediakan api unggun apabila diperlukan. Butuh waktu semalam saja untuk Camping di Batu Tapak, setelah makan pagi dengan menyantap nasi goreng di restoran kami langsung bergegas turun untuk kembali ke Jakarta dengan harapan tidak terjebak macet. Alhamdulillah ya Allah, semuanya jadi lancar…

Rabu, 02 Januari 2013

Kintamani dan Gunung Batur Bali 2012

Nuansa Coffee Break Menuju Kintamani dengan View Gunung Batur, Bali Masih dalam perjalan yang menyenangkan, Siang cerah wisata dilanjutkan menuju Kintamani, sebelumnya ditempuh perjalanan dengan kendaraan menanjak, kami sempatkan mampir sejenak istilahnya coffee break. Tempatnya pinggir jalan, di balik rimbunnya pepohonan terdapat penyajian enam jenis kopi dari sebuah dapur pengolahan kopi. Pengunjung dapat mencoba cara menggoreng kopi dan ditumbuk. Penyaji akan mengantarkan sajian coffee break seperti kopi cream, kopi jahe, kopi ginseng, kopi coklat, dan kopi hitam. Kesemuanya untuk dicicipi masing-masing seukuran 1 gelas cangkir dengan gratis alias tidak bayar sedangkan khusus untuk kopi luwak dibayar seharga 50.000 rupiah. Apabila ada pesanan tambahan seperti oleh-oleh berupa coklat, makanan ringan dan aroma terapi atau souvenir lainnya dapat dibayar seperti pada umumnya. Keunikannya adalah minum dengan view sawah terasiring dan alam pegunungan terasa mengasyikkan sekedar pelepas penat di badan menjadi segar, sedikit berkeringat, segar kembali, untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. Sayang bila dilewatkan begitu saja. Belum habis pesona coffee break, kami berencana istirahat makan siang di restoran Kintamani dengan view Gunung Batur menawan hati. Hawa sejuk pegunungan menusuk kulit menambah nafsu makan hidangan lezat ala buffee terutama sate Bali dan sate ikan tuna. Wisata Kintamani memiliki udara pegunungan dengan panorama Gunung dan Danau Batur yang indah. Gunung Batur merupakan salah satu gunung berapi masih aktif, gunung tertinggi kedua di Bali setelah Gunung Agung, memiliki kaldera dianggap sebagai salah satu kaldera terbesar dan terindah di dunia. Kaldera ini terbentuk setelah dua letusan besar yang terjadi puluhan ribu tahun lalu. Berdiri di tengah-tengah kaldera menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Bali. Danau Batur merupakan danau terbesar di Bali. Panorama Gunung Batur dan danaunya kadang tertutup kabut merefleksikan gambaran membuat mata enggan berkedip. Lekuk-lekuk bekas sebagian lahar hitam seakan tampak setelah awan berarak membuka diri membuat lanskap makin mempesona. Alkisah dalam Lontar Usana Bali, Gunung Batur dibuat oleh Batara Pasupati yang memindahkan puncak Gunung Mahameru untuk dijadikan istana Dewi Danu, dewi air, ke Bali. Danau Batur terdapat pula memiliki pemandian air panas diyakini masyarakat setempat dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Sumber mata air tersebut berasal dari Gunung Batur

Tegallalang Bali 2012

Tegallalang, Bali Selasa siang, 4 Desember 2012, selesai wisata dari Ubud kami menuju ke Kintamani, perjalanan wisata melewati Tegallalang dengan pemandangan sawah terasiring menghijau yang indah. Liak liuk pematang sawah tanpa sudut, menambah pesona kawasan pertanian. Keindahan Tegallalang memikat hati banyak orang. Tegallalang juga pernah menjadi tempat pengambilan shooting Cinta Silver yang dibintangi oleh Luna Maya. Lokasi Tegallalang strategis berada di jalan utama dari Monkey Forest Ubud menuju Kintamani. Waktu yang tepat untuk menikmati keindahan areal persawahan adalah jelang siang hari karena warna rerumpunan padi hijau menyala segar, matapun menjadi rileks.

Minggu, 30 Desember 2012

Gianyar Bali 2012

Komunitas Burung Kokokan (Burung Kuntul) Banjar Petulu Gunung, Ubud, Gianyar, Bali Masih di selasa pagi yang cerah, 4 Desember 2012, dari wisata Ubud Bali di Banjar Petulu Gunung terdapat obyek komunitas burung Kokokan (burung Kuntul). Burung Kokokan hidup di atas pohon menjadi satu harmoni dengan rumah penduduk. Masyarakat Petulu Gunung menyayangi dengan penuh perhatian sehingga burung Kokokan merasa nyaman dan damai tinggal di antara pepohonan. Keberadaan burung Kokokan merupakan simbol bagi Banjar Petulu Gunung. Mereka menyamakan arti bahwa burung Kokokan merupakan bagian dari Banjar Petulu Gunung. Memperhatikan kehidupan alami burung Kokokan samar diantara pepohonan dan masyarakat sekitarnya membuat kita kagum akan harmonisasi antara mahluk hidup sebagai ciptaan Tuhan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup saling menghormati tanpa merusak keseimbangan alam semesta. Alangkah mulianya kekuatan cinta kasih sayang diantara mereka. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dibalik itu semua.

Ubud Bali 2012

Ubud, Bali Selasa, 4 Desembaer 2012, dari penginapan start jam 08.00 menuju Ubud. Ubud adalah sebuah desa kelurahan, membawahi 13 banjar dinas yang terdiri dari 6 desa adat, termasuk kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar dengan jarak 20 km dari kota Denpasar, Bali. Ubud dapat dicapai dalam waktu 30 menit atau 15 menit dari kota Gianyar. Ubud sangat terkenal baik di Indonesia maupun mancanegara, kecamatan yang memiliki lokasi terletak di antara persawahan dan kawasan hutan diapit oleh jurang-jurang dengan sungai, membuat lokasi ini menggambarkan alam yang sangat indah. Selain keindahan wisata alam, kawasan Ubud pun berkembang menjadi sentra hasil kerajinan seni di Bali mulai dari ukiran kayu, kerajinan emas dan perak, lukisan serta seni lainnya. Kehidupan budaya lokal Bali pun masih dijaga kuat di sini. Selama perjalanan menuju desa Ubud, kemegahan, keindahan dan mata rantai kehidupan religius begitu kuat saling mendukung. Kemegahan dan keindahan sangat kental terlihat dari beberapa pura di pinggir jalan. Indah dan artistik. Megah bukan karena kesombongan melainkan, karena bentuk penghargaan akan seni dan nilai kearifan lokal di dalamnya. Tidak terasa kami tiba di suatu tempat yaitu Monkey Forrest. Sebuah lokasi hutan kecil berumur lima ratusan tahun sangat alami menyatu dengan kehidupan ratusan kera, terdapat Pura dan air suci di tengahnya. Di pintu masuk dijual buah pisang kepok per sisir untuk diberikan kepada kera-kera yang ada di dalam. Terdapat ketentuan di papan pengumuman bahwa kera akan mengerti kalau pengunjung menyimpan buah pisang di dalam tasnya, kera-kera dapat mencari dan merebutnya (bila kera sudah mengambil buah pisang dari tangan maka jangan coba untuk mengambil atau merebutnya kembali karena kera bisa marah mencakar jadi cukup biarkan saja). Pagi hari banyak wisatawan mancanegara telah berdatangan mengambil gambar foto. Kami berjalan di antara beberapa kera yang sedang menikmati makanan buah pisang dari para pengunjung. Masuk ke Mandala Wisata Wenara Wana atau yang lebih dikenal dengan nama Sacred Monkey Forest Sanctuary, hawa sejuk alami menyelimuti. Melewati jembatan melengkung menuju arah Pura dilanjutkan jalan setapak di sisi kanan mengalir air sungai kecil bebatuan. Cuci mata melihat rimbunnya pepohonan besar-besar nan hijau dengan akar pohon bergelantungan seakan menyapa dengan sapaan “welcome to the jungle” karena ratusan kera dapat hidup sesuai habitat aslinya. Tidak ada seorangpun yang berani mengganggu, hanya pawang yang bisa bercanda dengan baik dalam kehidupan kera yang aman dan nyaman di sanctuary memiliki luas sekitar 27 hektar ini. Beda bila kita lihat di lain tempat, kehidupan kera terusik sebagai sarana bantu penopang ekonomi manusia, seperti contoh mengenakan topeng di perempatan lampu merah dengan dikenakan pakaian ala kadarnya, makan dan minuman jajanan seadanya hanya untuk sekeping uang logam sebagai alat bayar bagi pengendara yang lalu lalang di depannya. Sementara di Ubud Bali, kera dapat bercanda bermalas-malasan di sepanjang jalan paving blok, kera betina dewasa sedang menggendong bayinya yang mungil, ada pula sekelompok asyik bermain di lingkaran air kolam pancuran dekat pintu masuk. Diantara pohon berumur ratusan tahun tersebut terdapat bangunan baru berupa pura (tempat sembahyang), memasukinya dengan mengenakan kain dan pengikatnya kecuali bagi wanita yang sedang berhalangan tidak diperkenankan masuk. Sebuah pengalaman unik mengesankan di dalam pura tersebut, kera dapat seenaknya naik ke pundak mempermainkan kepala, yang penting kita diam saja atau berjalan tenang maka kera akan menyingkir kembali. Suaka yang didirikan sejak tahun 1990 ini memang menjadi rumah bagi lebih dari 605 ekor kera di Bali.